Senin, 09 Juli 2018



 Daya Tarik Lifeskill Kerajinan Kayu Menurut Pandangan Narapidana (Studi Fenomenologi di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang)



Hussen, Syekh Abu Ali Al. 2014. Daya Tarik Lifeskill Kerajinan Kayu Menurut Pandangan Narapidana (Studi Fenomenologi di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Dr. Zulkarnain, M.Pd., (2). Sopingi. S.Sos, M.Pd.
Kata Kunci: lifeskill kerajinan kayu, narapidana, Lembaga Pemasyarakatan.

Pelaksanaan pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003. Tidak terkecuali narapidana yang tengah menjalani masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan, maka diselenggarahkan program lifeskill kerajinan kayu. Upaya tersebut dilakukan guna mempersiapkan narapidana untuk kembali ke lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan daya tarik dari program lifeskill kerajinan kayu menurut peserta program lifeskill kerajinan kayu  di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang., (2) Mendeskripsikan keuntungan yang diperoleh narapidana dalam mengikuti lifeskill kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan KlasI Malang., (3) Mendeskripsikan program lifeskill kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif studi kasus. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, pengamatan atau observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
            Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program lifeskill kerajinan kayu yang diterapkan lebih berpusat pada praktek kerja, serta  senior lebih bersifat mengarahkan warga belajar untuk belajar. Tahapan proses pembuatan kerajinan kayu dimulai dengan penyiapan bahan baku yaitu kayu potongan dan peralatan, kemudian membentuk kayu sesuai keinginan dan tujuan karya yang dibuat warga belajar. Setelah kerajinan kayu sudah jadi lalu kerajinan kayu tersebut di amplas atau dihaluskan, kemudian di pernis atau pengecatan kilap agar hasil karya terlihat bagus dan mengkilap. Daya tarik pada program lifeskill kerajinan kayu ini adalah warga belajar sangat produktif dalam pembuatan karya kerajinan kayu. Hal ini dibuktikan dari hasil karya yang dibuat warga belajar bervariatif dan inovatif.Bimker lifeskill kerajinan kayu ini selalu menjadi tujuan utama dan favorit  kunjungan tamu dari luar karena hasil karya yang dibuat oleh warga belajar menurut mereka bagus-bagus dan bernilai tinggi tidak seperti kerajinan kayu di luar lapas.
             Warga belajar senang mengikuti program lifeskill kerajinan kayu. Hal ini dibuktikan dari  kebanyakan dari warga belajar mempunyai presepsi antusias dalam mengikuti  program lifeskill kerajinan kayu.Warga belajar dapat cepat menangkap intruksi senior yang berpengalaman karena senior dan warga belajar lainnya yang berpengalaman memberikan arahan dan contoh yang muda dipahami oleh warga belajar lainnya. Selain itu warga belajar mengungkapkan kondisi atau keadaan bimker yang harmonis membuat warga belajar nyaman mengikuti program kerajinan kayu ini.Warga belajar mendapatkan berbagai manfaat dari program ini. Keuntungan yang diperoleh narapidana dalam mengikuti lifeskill kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang bervariatif ungkapan perasaannya.


DAFTAR RUJUKAN

Asmani, Jamal ma’mur. 2009. “Sekolah Life Skills” Lulus Siap Kerja. Yogyakarta: Diva Press
Bambang, S & Lukman. 2007. Kelemahan dan Keunggulan Teori Belajar Andragogi.(Online),(http://www.geocities.com/teknologipembelajaran/andragogi.html, diakses 12 Maret 2014).
Furchan, Arief. 1982. Pengantar Penelitian dalam Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional
­Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.01.PR.07.03 Tahun 1985 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemayarakatan  

Lunandi, A.G. 1989. Pendidikan Orang Dewasa: Sebuah Praktis untuk Pembimbing, Penatar, Pelatih, dan Penyuluh Lapangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mappa, Syamsu & Basleman, Anisah. 1994. Teori Belajar Orang Dewasa. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Moedzakir, Djauzi. 2010. Disain Penelitian Kualitatif. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Moedzakir, Djaudzi. 2010. Metode Pembelajaran Untuk Program-Program Pendidikan Luar Sekolah. Malang: UM Press.
Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslihati. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Malang: LP3. UM

Prayitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Satori, Djam’an & Komariah, Aan.  2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Slamet, PH. 2002. Pendidikan Kecakapan Hidup: konsep dasar, (online),
            www.depdiknas.go.id/Jurnal/37/editorial37.htm, diakses 15 Desember 2013

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suprijanto. 2007. Pendidikan Orang Dewasadari Teori hingga Aplikasi. Jakarta Bumi Aksara.

              . 2012. Wikipedia Ensiklopedia Bebas, (online), http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajinan, diakses 17 Desember 2013.

 

Undang-undang RI No 20 tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) beserta penjelasannya. Jakarta: Depdiknas.
Pedoman Penyelenggaran Program Pendidikan Kecakapan Hidup. Jakarta: Depdiknas, _______. 2006
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. (Online), (www.ditjenpas.go.id/), diakses 14 Desember 2013.

Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Wiyono, Bambang Budi.2007. Metodologi Penelitian (Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan action research). Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Rasindo Malang.





 

Jumat, 22 Juni 2018

ANALISISI SWOT DAN RENCANA KERJA SUPERVISOR CAFE



A.    Analisis SWOT CAFE
Menurut Rangkuti (2014:20) mengatakan SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal yaitu Strenghts dan Weaknesses serta lingkungan eksternal Opportunities dan Threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandigkan antara faktor eksternal Peluang (opportunities) dan Ancaman (threats) dengan faktor internal Kekuatan (strenghts), dan Kelemahan (weaknesses).
1. Kekuatan (Strenghts) :
a.       Café resto yang dipadukan kedai kopi pertama di kota Malang, bernuansa pedesaan yang antik (village & vintage) dalam desain yang minimalis, exotic and spacious place.
b.      Memiliki berbagai macam varian kopi dari seluruh nusantara yang diolah menjadi menu-menu minuman yang berkualitas. Selain itu terdapat varian minuman seperti milkshake, chocolate, tea, mix up, dll.
c.       Menyajikan masakan indonesia dan juga masakan barat (western) dengan cita rasa yang khas dan memanjakan selera konsumen
d.      Bahan baku pilihan yang berkualitas, higehenis, sehat, dan bergizy.
e.       Terdapat berbagai fasilitas seperti free Wifi berkecepatan tinggi, VIP Room, Meeting Room, Live Music, Sport TV Channel, Area nobar, Permainan seru dan edukatif, serta Spot Foto instagramable.
f.       Lokasi di dataran tinggi kota malang yang sejuk, penuh kehangatan, strategis, dan aman
g.      Proses pelayanan yang efektif, humanis, dan cekatan.
h.      Memiliki website dan jejaring sosial yang produktif.
2.  Kelemahan (Weaknesses) :
a.       Jam operasional terbatas
b.      Produk Menu kurang bervariasi dan unik
c.       Belum menawarkan produk-produk yang diformulasikan dengan fokus pada sensitifitas terhadap makanan atau minuman dan diet khusus lainnya.
d.      Area parkir kurang luas
3. Peluang (Opportunities)
a.       Kota Malang merupakan kota Pariwisata dan Pendidikan
b.      Banyak jumlah pemasok bahan baku
c.       Kemajuan teknologi internet khususnya sosial media
d.      Bekerja sama dengan perusahaan Gojek  dan Grab
e.       Dengan daya inovatif dan kreatif usaha ini memiliki kesempatan besar untuk menguasai pasar.
f.       Malam minggu biasanya menjadi favorit anak muda untuk bersilaturahmi bersama teman, kenalan, pasangan, maupun klien.
g.      Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
4. Ancaman (Threats)
a.       Terdapat banyak kompetitor Café di Kota Malang dengan Tingkat persaingan yang tinggi.
b.      Kompetitor dengan harga yang lebih murah
c.       Terdapat banyak competitor yang mengikuti konsep yang telah dibuat
d.      Cuaca alam yaitu hujan

TABEL 1.1 Matriks SWOT
IFAS / EFAS
S (Strenghts)
Tentukan kekuatan internal
W (Weakness)
Tentukan faktor-faktor kelemahan internal
O (Opportunities)
Tentukan faktor peluang eksternal
STRATEGI SO
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang
STRATEGI WO
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang
T (Treaths)
Tentukan faktor ancaman eksternal
STRATEGI  ST
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman
STRATEGI  WT
Citpakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman
Sumber: Rangkuti (2014:83)

a.      Strategi SO :
1)      Berinovasi suasana Desain Café namun tetap mempertahankan konsep awal yang sudah ada
2)      Memindai lokasi agar dapat mempermudah pencarian tempat, memanfaaatkan fungsi app Gojek dan Grab Food pada layanan Gofood sebagai media informasi.
b.      Strategi WO :
1)      Mencukupi jumlah tenaga kerja agar dapat menambah jam operasional.
2)      Menambah varian jenis menu yang unik dan tetap terjaga kualitas rasa.
3)      Menawarkan Varian Menu yang diformulasikan dengan fokus pada sensitifitas terhadap makanan atau minuman dan diet khusus lainnya.
4)      Memperluas lahan Parkir.
c.       Strategi ST :
1)      Mendominasi design store yang unik, menarik, dan nyaman bagi konsumen
2)      Memberikan paket hemat yang terjangkau harganya
3)      Memberikan diskon kepada konsumen yang melakukan transaksi melalui app Gojek dan Grab.
4)      Membuat event kompetisi atau perlombaan.
5)      Memberi promo diskon melalui sosial media seperti YouTube, facebook, Twitter dan instagram;
d.      Strategi WT :
1)      Melakukan strategi promosi hubungan masyarakat
2)      Meningkatan fasilitas wifi
3)      Menambah varian jenis produk seperti menu panggangan atau menu rebusan.
4)      Memberikan harga promosi yang bersifat sementara
5)      Mempromosikan keberadaannya dengan cara mensponsori event-event di kampus, serta radio-radio yang mempunyai pendengar dengan rating tinggi.
B.     Plan Kerja
1.      Plan Kerja Harian.

a)           Mengadakan opening dan closing briefing karyawan untuk kegiatan yang dilakukan setiap hari
b)          Memeriksa kesiapan dari seluruh tenaga pelaksana di CAFE Kopitown setiap kegiatan operasional
c)           Membuat suatu evaluasi laporan harian mengenai hasil kerja dari jalannya kelancaran operasional
d)          Mengontrol dan mengawasi jalannya kelancaran operasional CAFE di tingkat pelaksana
e)           Mengontrol dan mengkoordinir pengawasan jalannya kelancaran job assignment
f)           Melakukan komunikasi dengan manager untuk membuat informasi kemungkinan bisnis, konfirmasi/VIP treatment dalam mendukung pelaksanaan kelancaran kerja
g)          Menjaga mengawasan standar high quality atas produk dan service yang akan diberikan kepada tamu sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh perusahaan
h)          Mengkoordinir serta mengawasi pelaksanaan pelayanan atas produk barang dan jasa yang di jual kepada tamu
i)            Memimpin/membina karyawan  untuk dapat melaksanakan kerja dan tugasnya agar mencapai hasil yang maksimal
j)            Mengontrol dan mengawasi hasil karyawan
k)          Mengontrol dan mengawasi kebersihan di seluruh area CAFE agar tetap terjaga kebersihan dan pemeliharaannya
2.      Plan Kerja Mingguan.
a)           Membuat operasional report mengenai produktifitas dan efisiensi terhadap Karyawan
b)          Mencatat dan melaporkan saran-saran yang diterima dari tamu untuk Manager
c)           Mengecek kesiapan event berdasarkan banguet event order yang sudah dibuat oleh manager
d)          Mengkoordinir dan mengawasi pengadaan kebutuhan alat pendukung untuk operasional CAFE operational .

3.      Plan Kerja Bulanan.
a)           Mengkoordinir, mempersiapkan dan melaksanakan event-event yang telah di tentukan untuk meningkatkan hasil penjualan CAFE Melaksanakan dan mengawasi inventarisasi atas barang-barang yang di miliki CAFE baik secara rutin dan berkesinambungan agar selalu terkontrol dengan baik
b)          Membuat laporan dan masukan kepada Manager atas prestasi kerja seluruh karyawan
c)           Melaksanakan perencanaan secara terpadu untuk meningkatkan atau perbaikan atas performance setiap karyawan dengan tujuan untuk mencapai high quality of service atas setiap tamu
d)          Melakukan peninjauan serta analisa terhadap performance karyawan
e)           Menyambut kedatangan tamu VIP/reguler dengan memberikan greeting serta mengantar ke ruangan yang telah di sediakan
f)           Menghadiri kegiatan meeting dalam segala aspek operasional dan management CAFE sesuai dengan kebutuhan dari Manager.

C.    Strategi jangka pendek.
1.      Melakukan analisa menu makanan dan minuman yang disediakan,  sebagai bahan evaluasi guna menjaga menu makanan masih tetap menarik bagi pelanggan atau tidak.
2.      Meningkatkan kompetensi setiap individu dalam café secara kontinyu dengan menyesuaikan perkembangan di masyarakat tak terkecuali bagian pemasaran melalui pelatihan dan pendampingan.
3.      Menyusun acara bulanan maupun mingguan atau acara khusus ketika hari libur nasional, dengan menyajikan menu spesial mingguan atau menyajikan menu khusus Hari Raya, hari pahlawan dan lain sebagainya.
4.      Menyiapkan program customer loyalty seperti menggunakan jumlah daftar tamu dalam database atau minimal sudah lebih dari tiga kali berkunjung dengan memberikan diskon khusus, promo dll.
5.      Membuat sistem promosi member get member. Memberikan membership card dengan potongan harga 10% setiap kunjungan ke café dengan membawa temannya untuk menjadi member, maka member tersebut akan mendapatkan poin. Apabila member telah mengumpulkan 10 poin misalnya maka, member akan mendapatkan diskon 10%.
6.      Membuat Promo Buy one Get One. Setiap pembelian salah satu product makanan maka mendapatkan gratis minuman. Promo dalam jangka waktu tertentu dan dikhususkan untuk meningkatkan jumlah konsumen.
7.      Menerapkan program makan khusus, seperti secretary lunch, dengan memperkenalkan Café kepada para executive secretary dari perusahaan dan bank setiap sebulan sekali Banker lunch, mengundang kepala cabang bank dan perkantoran radius 5 km dari café. Traders dinner party, dinner party satu bulan sekali untuk para pengusaha dan pimpinan perusahaan dan dilaksanakan setiap sebulan sekali selama tiga kali.
8.      Bersilaturahmi kepada sesama pengusaha café untuk saling belajar dan berbagi kemampuan, kompetensi, dan manajemen café, serta untuk saling menjaga kualitas product dan harga.


Daftar Pustaka

Rangkuti, Freddy. 2014. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama
Tjiptono, Fandy. (2014). Pemasaran Jasa. Jakarta: Gramedia Cawang.
Observasi dan dokumentasi terhadap 8 café yang ada di Kota malang